Diberdayakan oleh Blogger.
RSS
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan Jepang. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kebudayaan Jepang. Tampilkan semua postingan

Event Matsuri


Matsuri (?) adalah istilah agama Shinto yang berarti persembahan ritual untuk Kami. Dalam pengertian sekulermatsuri berarti festivalatau perayaan di Jepang. Di daerah Kyushu, matsuri yang dilangsungkan pada musim gugur disebut kunchi.

Berbagai matsuri diselenggarakan sepanjang tahun di berbagai tempat di Jepang. Sebagian besar penyelenggara matsuri adalah kuil Shinto atau kuil Buddha. Walaupun demikian, ada pula berbagai "matsuri" (festival) yang bersifat sekuler dan tidak berkaitan dengan institusi keagamaan.

Sebagian besar matsuri diselenggarakan dengan maksud untuk mendoakan keberhasilan tangkapan ikan dan keberhasilan panen (beras,gandumkacangjawawutjagung), kesuksesan dalam bisnis, kesembuhan dan kekebalan terhadap penyakit, keselamatan dari bencana, dan sebagai ucapan terima kasih setelah berhasil dalam menyelesaikan suatu tugas berat. Matsuri juga diadakan untuk merayakan tradisi yang berkaitan dengan pergantian musim atau mendoakan arwah tokoh terkenal. Makna upacara yang dilakukan dan waktu pelaksanaan matsuri beraneka ragam seusai dengan tujuan penyelenggaraan matsuri. Matsuri yang mempunyai tujuan dan maksud yang sama dapat mempunyai makna ritual yang berbeda tergantung pada daerahnya.

Pada penyelenggaraan matsuri hampir selalu bisa ditemui prosesi atau arak-arakan mikoshidashi (danjiri) dan yatai yang semuanya merupakan nama-nama kendaraan berisi Kami atau objek pemujaan. Pada matsuri juga bisa dijumpai chigo (anak kecil dalam prosesi),miko (gadis pelaksana ritual), tekomai (laki-laki berpakaian wanita), hayashi (musik khas matsuri), penari, peserta dan penonton yang berdandan dan berpakaian bagus, dan pasar malam beraneka makanan dan permainan.




Sejarah Matsuri berasal dari kata matsuru (祀る?, menyembah, memuja) yang berarti pemujaan terhadap Kami atau ritual yang terkait. Dalamteologi agama Shinto dikenal empat unsur dalam matsuri: penyucian (harai), persembahan, pembacaan doa (norito), dan pesta makan. Matsuri yang paling tua yang dikenal dalam mitologi Jepang adalah ritual yang dilakukan di depan Amano Iwato.
Matsuri dalam bentuk pembacaan doa masih tersisa seperti dalam bentuk kigansai (permohonan secara individu kepada jinja atau kuil untuk didoakan dan jichinsai (upacara sebelum pendirian bangunan atau konstruksi). Pembacaan doa yang dilakukan pendeta Shinto untuk individu atau kelompok orang di tempat yang tidak terlihat orang lain merupakan bentuk awal dari matsuri. Pada saat ini, Ise Jingūmerupakan salah satu contoh kuil agama Shinto yang masih menyelenggarakan matsuri dalam bentuk pembacaan doa yang eksklusif bagi kalangan terbatas dan peserta umum tidak dibolehkan ikut serta.
Sesuai dengan perkembangan zaman, tujuan penyelenggaraan matsuri sering melenceng jauh dari maksud matsuri yang sebenarnya. Penyelenggaraan matsuri sering menjadi satu-satunya tujuan dilangsungkannya matsuri, sedangkan matsuri hanya tinggal sebagai wacana dan tanpa makna religius.

Pengertian Lain
Dalam bahasa Jepang, kata matsuri juga berarti festival dan aksara kanji untuk matsuri (?) dapat dibaca sebagai sai, sehingga dikenal istilah seperti eiga-sai (festival film),sangyō-sai (festival hasil panen), ongaku-sai (festival musik) dan daigaku-sai (festival di universitas), dan festival-festival lain yang bersifat sekuler.

Pemerintah daerah atau kelompok warga kota juga menyelenggarakan festival yang disebut shimin matsuri (festival rakyat). Festival ini diadakan untuk menghidupkan perekonomian daerah dan tidak berhubungan dengan institusi keagamaan.




Event Matsuri Terbesar

Daftar Matsuri Zaman Dahulu ( Mungkin Masih Ada )

Daerah Tohoku

Daerah Kanto
Daerah Cubu

Daerah Kinki

Daerah Chugoku dan Shikoku
Daerah Kyushu

Daftar Festival Di Negri Sakura


SOURCE

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Upaca Minum Teh Di Jepang

 Upacara minum teh (茶道 sadō, chadō?, jalan teh) adalah ritual tradisional Jepang dalam menyajikan teh untuk tamu. Pada zaman dulu disebut chatō (茶の湯?) atau cha no yu. Upacara minum teh yang diadakan di luar ruangan disebut nodate.

Teh disiapkan secara khusus oleh orang yang mendalami seni upacara minum teh dan dinikmati sekelompok tamu di ruangan khusus untuk minum teh yang disebut chashitsu. Tuan rumah juga bertanggung jawab dalam mempersiapkan situasi yang menyenangkan untuk tamu seperti memilih lukisan dinding (kakejiku), bunga (chabana), dan mangkuk keramik yang sesuai dengan musim dan status tamu yang diundang.

Teh bukan cuma dituang dengan air panas dan diminum, tapi sebagai seni dalam arti luas. Upacara minum teh mencerminkan kepribadian dan pengetahuan tuan rumah yang mencakup antara lain tujuan hidup, cara berpikir, agama, apresiasi peralatan upacara minum teh dan cara meletakkan benda seni di dalam ruangan upacara minum teh (chashitsu) dan berbagai pengetahuan seni secara umum yang bergantung pada aliran upacara minum teh yang dianut.

Seni upacara minum teh memerlukan pendalaman selama bertahun-tahun dengan penyempurnaan yang berlangsung seumur hidup. Tamu yang diundang secara formal untuk upacara minum teh juga harus mempelajari tata krama, kebiasaan, basa-basi, etiket meminum teh dan menikmati makanan kecil yang dihidangkan.

Pada umumnya, upacara minum teh menggunakan teh bubuk matcha yang dibuat dari teh hijau yang digiling halus. Upacara minum teh menggunakan matcha disebut matchadō, sedangkan bila menggunakan teh hijau jenis sencha disebut senchadō.

Dalam percakapan sehari-hari di Jepang, upacara minum teh cukup disebut sebagai ocha (teh). Istilah ocha no keiko bisa berarti belajar mempraktekkan tata krama penyajian teh atau belajar etiket sebagai tamu dalam upacara minum teh.




Sejarah Upacara Minum Teh


Lu Yu (Riku U) adalah seorang ahli teh dari dinasti Tang di Tiongkok yang menulis buku berjudul Ch'a Ching (茶经) atau Chakyō (bahasa Inggris: Classic of Tea). Buku ini merupakan ensiklopedia mengenai sejarah teh, cara menanam teh, sejarah minum teh, dan cara membuat dan menikmati teh.

Produksi teh dan tradisi minum teh dimulai sejak zaman Heian setelah teh dibawa masuk ke Jepang oleh duta kaisar yang dikirim ke dinasti Tang. Literatur klasik Nihon Kōkimenulis tentang Kaisar Saga yang sangat terkesan dengan teh yang disuguhkan pendeta bernama Eichu sewaktu mengunjungi Provinsi Ōmi pada tahun 815. Catatan dalam Nihon Kōki merupakan sejarah tertulis pertama tentang tradisi minum teh di Jepang.

Pada masa itu, teh juga masih berupa teh hasil fermentasi setengah matang mirip Teh Oolong yang dikenal sekarang ini. Teh dibuat dengan cara merebus teh di dalam air panas dan hanya dinikmati di beberapa kuil agama Buddha. Teh belum dinikmati di kalangan terbatas sehingga kebiasaan minum teh tidak sempat menjadi populer.

Di zaman Kamakura, pendeta Eisai dan Dogen menyebarkan ajaran Zen di Jepang sambil memperkenalkan matcha yang dibawanya dari Tiongkok sebagai obat. Teh dan ajaran Zen menjadi populer sebagai unsur utama dalam penerangan spiritual. Penanaman teh lalu mulai dilakukan di mana-mana sejalan dengan makin meluasnya kebiasaan minum teh.

Permainan tebak-tebakan daerah tempat asal air yang diminum berkembang di zaman Muromachi. Permainan tebak-tebakan air minum disebut Tōsui dan menjadi populer sebagai judi yang disebut Tōcha. Pada Tōcha, permainan berkembang menjadi tebak-tebakan nama merek teh yang yang diminum.

Pada masa itu, perangkat minum teh dari dinasti Tang dinilai dengan harga tinggi. Kolektor perlu mengeluarkan banyak uang untuk bisa mengumpulkan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh menjadi populer di kalangan daimyo yang mengadakan upacara minum teh secara mewah menggunakan perangkat minum teh dari Tiongkok. Acara minum teh seperti ini dikenal sebagai Karamono suki dan ditentang oleh nenek moyang ahli minum teh Jepang yang bernama Murata Jukō. Menurut Jukō, minuman keras dan perjudian harus dilarang dari acara minum teh. Acara minum teh juga harus merupakan sarana pertukaran pengalaman spiritual antara pihak tuan rumah dan pihak yang dijamu. Acara minum teh yang diperkenalkan Jukō merupakan asal usul upacara minum teh aliran Wabicha.

Wabicha dikembangkan oleh seorang pedagang sukses dari kota Sakai bernama Takeno Shōō dan disempurnakan oleh murid (deshi) yang bernama Sen no Rikyū di zaman Azuchi Momoyama. Wabicha ala Rikyū menjadi populer di kalangan samurai dan melahirkan murid-murid terkenal seperti Gamō UjisatoHosokawa TadaokiMakimura Hyōbu,Seta KamonFuruta ShigeteruShigeyama KenmotsuTakayama UkonRikyū Shichitetsu. Selain itu, dari aliran Wabicha berkembang menjadi aliran-aliran baru yang dipimpin oleh daimyo yang piawai dalam upacara minum teh seperti Kobori MasakazuKatagiri Sekijū dan Oda Uraku. Sampai saat ini masih ada sebutan Bukesadō untuk upacara minum teh gaya kalangan samurai dan Daimyōcha untuk upacara minum teh gaya daimyō.

Sampai di awal zaman Edo, ahli upacara minum teh sebagian besar terdiri dari kalangan terbatas seperti daimyo dan pedagang yang sangat kaya. Memasuki pertengahan zaman Edo, penduduk kota yang sudah sukses secara ekonomi dan membentuk kalangan menengah atas secara beramai-ramai menjadi peminat upacara minum teh.

Kalangan penduduk kota yang berminat mempelajari upacara minum teh disambut dengan tangan terbuka oleh aliran Sansenke (tiga aliran Senke: OmotesenkeUrasenke danMushanokōjisenke) dan pecahan aliran Senke.

Kepopuleran upacara minum teh menyebabkan jumlah murid menjadi semakin banyak sehingga perlu diatur dengan suatu sistem. Iemoto seido adalah peraturan yang lahir dari kebutuhan mengatur hirarki antara guru dan murid dalam seni tradisional Jepang.

Joshinsai (guru generasi ke-7 aliran Omotesenke) dan Yūgensai (guru generasi ke-8 aliran Urasenke) dan murid senior Joshinsai yang bernama Kawakami Fuhaku (Edosenkegenerasi pertama) kemudian memperkenalkan metode baru belajar upacara minum teh yang disebut Shichijishiki. Upacara minum teh dapat dipelajari oleh banyak murid secara bersama-sama dengan metode Shichijishiki.

Berbagai aliran upacara minum teh berusaha menarik minat semua orang untuk belajar upacara minum teh, sehingga upacara minum teh makin populer di seluruh Jepang. Upacara minum teh yang semakin populer di kalangan rakyat juga berdampak buruk terhadap upacara minum teh yang mulai dilakukan tidak secara serius seperti sedang bermain-main.

Sebagian guru upacara minum teh berusaha mencegah kemunduran dalam upacara minum teh dengan menekankan pentingnya nilai spiritual dalam upacara minum teh. Pada waktu itu, kuil Daitokuji yang merupakan kuil sekte Rinzai berperan penting dalam memperkenalkan nilai spiritual upacara minum teh sekaligus melahirkan prinsip Wakeiseijakuyang berasal dari upacara minum teh aliran Rikyū.

Di akhir Keshogunan Tokugawa, Ii Naosuke menyempurnakan prinsip Ichigo ichie (satu kehidupan satu kesempatan). Pada masa ini, upacara minum teh yang sekarang dikenal sebagai sadō berhasil disempurnakan dengan penambahan prosedur sistematis yang riil seperti otemae (teknik persiapan, penyeduhan, penyajian teh) dan masing-masing aliran menetapkan gaya serta dasar filosofi yang bersifat abstrak.

Memasuki akhir zaman Edo, upacara minum teh yang menggunakan matcha yang disempurnakan kalangan samurai menjadi tidak populer di kalangan masyarakat karena tata krama yang kaku. Masyarakat umumnya menginginkan upacara minum teh yang bisa dinikmati dengan lebih santai. Pada waktu itu, orang mulai menaruh perhatian pada tehsencha yang biasa dinikmati sehari-hari. Upacara minum teh yang menggunakan sencha juga mulai diinginkan orang banyak. Berdasarkan permintaan orang banyak, pendeta Baisaō yang dikenal juga sebagai Kō Yūgai menciptakan aliran upacara minum teh dengan sencha (Senchadō) yang menjadi mapan dan populer di kalangan sastrawan.

Pemerintah feodal yang ada di seluruh Jepang merupakan pengayom berbagai aliran upacara minum teh, sehingga kesulitan keuangan melanda berbagai aliran upacara minum teh setelah pemerintah feodal dibubarkan di awal era Meiji. Hilangnya bantuan finansial dari pemerintah feodal akhirnya digantikan oleh pengusaha sukses seperti Masuda Takashi lalu bertindak sebagai pengayom berbagai aliran upacara minum teh.

Pada tahun 1906, pelukis terkenal bernama Okakura Tenshin menerbitkan buku berjudul The Book of Tea di Amerika Serikat. Memasuki awal abad ke-20, istilah sadō atau chadō mulai banyak digunakan bersama-sama dengan istilah cha no yu atau Chanoyu.

Aliran Upaca Minum Teh :

  • Sansenke - Aliran yang dimulai oleh Sen no Shōan yang merupakan anak yang dibawa oleh istri muda Sen no Rikyū dan diteruskan oleh garis keturunan keluarganya hingga sekarang. Sansenke merupakan garis keturunan terpisah dari keluarga Sakaisenke. Aliran Sansenke terdiri dari:
  • Sōtanryū - Aliran yang dilahirkan Sensōtan (anak Sen no Shōan) dan murid-muridnya. Selain aliran Sansenke, aliran Matsuoryū, aliran Yōkenryū, aliran Sōhenryū, aliran Fusairyū dan aliran Hisadaryū juga masih merupakan garis keturunan Sotanshitennō.
  • Sakaisenke - Keluarga utama Senke. Sen no Dōan (putra sah Sen no rikyū) merupakan penerus keluarga Senke, tapi garis keturunannya terputus.
  • Anraku Anryū
  • Ueda Sōkoryū (pendiri: Ueda Shigeyasu
  • Urakuryū (pendiri: Oda Uraku)
  • Edo Senkeryū
  • Enshūryū (pendiri: Kobori Masakazu)
  • Oriberyū
  • Sakairyū
  • Sekishūryū (pendiri: Katagiri Sekishū)
  • Sekishūryū Ikeiha
  • Sekishūryū Ōguchiha
  • Sekishūryū Shimizuha
  • Sekishūryū Nomuraha
  • Sōhenryū
  • Sōwaryū (pendiri: Kanamori Shigechika)
  • Dainippon Sadōgakkai
  • Chinshinryū
  • Nararyū
  • Nambōryū
  • Hayamiryū
  • Fusairyū
  • Higokoryū - Aliran berkembang di wilayah han Kumamoto dan terdiri dari:
    • Furuichiryū
    • Koboriryū
    • Kayanoryū
  • Hisadaryū
  • Fujibayashiryū
  • Fuhakuryū (pendiri: Kawakami Fuhaku)
  • Fumairyū
  • Hosokawasansairyū (pendiri: Hosokawa Tadaoki)
  • Horinouchiryū
  • Matsuoryū
  • Mitaniryū
  • Miyabiryū
  • Yabunouchiryū
  • Rikyūryū
  • Kogetsuenshūryū


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

10+1 Samurai Terbaik Di Dalam Sejarah Jepang


Ketika kita mendengar kata Samurai, kita pasti menganalogikan dengan negara Jepang. Samurai adalah petugas militer kelas elit yang ada pada era industrialisasi di Jepang. Samurai yang sering disebut pejuang atau pahlawan dari jepang ini telah dikenal secara luas karena kekuatan dan kepahlawanannya yang mengagumkan. Bahkan samurai-samurai jepang ini sering terlihat di game dan komik.
Perlu diketahui bahwa gambar di bawah hanya gambar fiksi, bukan gambar sebenarnya dari tokoh tersebut.


10. Hattori Hanzo


Bagi Anda yang familiar dengan nama ini pasti lebih mengenal nama ini sebagai seorang ninja yang loyal dan juga tangguh. Hattori Hanzo adalah seorang samurai yang juga merupakan seorang ninja, pemimpin klan ninja Iga. Ia memiliki julukan 'Oni Hanzo' atau 'Devil Hanzo'



hattori hanzo


Ia bertugas melakukan mata-mata dan penipuan yang akhirnya berhasil membawa Tokugawa menjadi Shogun (Kaisar Jepang). Hattori Hanzo meninggal pada tahun 1596 di umur 55. Ada berbagai versi mengenai kematiannya, salah satu mengatakan ia mati secara alami.
Versi lainnya mengatakan bahwa ia mati karena dibunuh rivalnya dari klan Ninja Fuma, yakni Kotaro Fuma. Kotaro Fuma menipu Hattori Hanzo ke tempat sempit yang di sana Hanzo masuk ke dalam perangkap Kotaro.


9. Miyamoto Musashi


Ya, nama ini sering terdengar di komik dan buku Jepang, biasa dikenal dengan nama Musashi. Miyamoto Musashi adalah seorang pengembara atau tepatnya ronin (seorang  samurai tanpa pimpinan yang mengembara). Pada saat itu, di Jepang banyak sekali ronin, tetapi yang paling terkenal adalah Miyamoto Musashi. Bahkan, ia pernah disebut sebagai 'Dewa Pedang'.



miyamoto musashi

Ia terkenal karena kekuatannya, dimana ia pernah tidak terkalahkan dalam 60 pertempuran, yang kemudian lebih terkenal lagi sejak ia mengalahkan rivalnya, ahli bela diri pedang 'Kojiro Sasaki' di Pulau Ganryu, aksi ini dikenal sebagai Duel Ganryujima.
Di masa tuanya, ia menulis buku yang berjudul 'Go Rin No Sho' atau 'The Book of Five Rings', sebuah buku yang mendeskripsikan berbagai teknik pedang yang dikenal seacara luas oleh para pebisnis dan ahli bela diri.


8. Maeda Keiji


Maeda Toshimasu atau lebih dikenal sebagai Maeda keiji adalah Samurai yang lahir sebagai Klan Takigawa dan diadopsi oleh Maeda Toshihisa. Ia menjadi bawahan Oda Nobunaga bersama pamannya. Jika Anda mengetahui Lu Bu dari sejarah Cina, Maeda Keiji sering dibandingkan kekuatannya dengan Lu Bu dari sejarah Cina tersebut.



maeda keiji

Aksi terkenalnya adalah pada saat ia bertempur dengan Pasukan Uesugi di Pertarungan Mogami, ia menembus pasukan musuh hanya dengan 8 pengendara kuda dan memecah formasi pasukan musuh.
Ia juga dikenal karena kudanya yang bernama Matsukaze, dengan kudanya dan tombak bergigi duanya, ia menunjukkan kekuatannya yang luar biasa. Berdasarkan legenda, Matsukaze adalah kuda yang tidak memperbolehkan siappun mengendarainya, tetapi hanya Maeda yang dapat menjinakkan kuda tersebut. Beberapa mengatakan mungkin karena sifat liar Maeda. Sejak saat itu, mereka tidak pernah berpisah.


7. Honda Tadakatsu


Seorang samurai yang juga merupakan seorang Jenderal dan Daimyo (Pemimpin wilayah yang Kuat) bawahan setia Tokugawa Ieyasu. Anggota dari 'Tokugawa Four Heavenly Kings' dan dikenal sebagai"Prajurit yang Melampaui Kematian".



honda takadatsu

Julukannya terebut didapat karena selama ia berada di lebih seratus pertempuran, tidak pernah sekalipun ia terkalahkan dan mendapatkan luka yang berarti selama pertempurannya tersebut. Ia adalah Samurai yang bertempur dengan tombak panjang, dengan sebutan lainnya "Three Great Spears of Japan".
Salah satu tindakannya yang terkenal adalah pada tahun 1584, hanya dengan pasukan yang kecil dan melawan pasukan yang sangat besar oleh Toyotomi Hideyoshi, ia tetap berani menantang pasukan Hideyoshi. Tindakan tersebut membuat Hideyoshi kagum, dan akhirnya memerintahkan keamanan dari pasukan Tadakatsu dan semua pasukannya.


6. Sanada Yukimura


Nama aslinya adalah Sanada Nobushige, ia dan ayahnya terkenal sebagai strategis militer yang hebat, dimana walaupun pasukannya sedikit, ia sering memenangkan perperangan. Ia mendapat banyak julukan karena aksinya, yakni "Pahlawan yang Hanya Muncul Seratus Tahun Sekali", "Iblis Perang Merah Tua" dan juga "Prajurit Nomor Satu dari Jepang".



yukimura sanada

Aksinya yang terkenal adalah pada saat ia melindungi Istana Osaka, melawan pasukan Tokugawa yang berjumlah sekitar 164 Ribu dengan pasukan Hideyori Toyotomi dan Pasukan Yukimura yang hanya berjumlah 7 Ribu Orang. Walaupun pasukannya sangatlah sedikit dibandingkan pasukan musuhnya, Sanada Yukimura berhasil memukul mundur pasukan Tokugawa berkali-kali, bahkan Sanada sempat melakukan penyerangan, dimana berhasil menerobos sampai 3 kali.
Tokugawa Ieyashu yang marah, akhirnya menggunakan artileri (meriam) dan juga pasukannya untuk menggali tembok tersebut, tapi itu juga tidak berpengaruh banyak. Hingga akhirnya karena ibu Hideyori tidak dapat menahan perperangan yang terus berlangsung, membujuk Hideyori untuk berdamai. Hideyori-pun mendengarkan ibunya dan berdamai dengan Ieyashu.


5. Date Masamune


Dia adalah Salah satu Character Disebuah Game PlayStation, Jika kalian pernah memainkan gamenya " BASARA ", pasti tau dia siapa, Ya Dia Date Masamune.

Samurai yang pada masa kecilnya kehilangan mata kanan karena cacar dan pada masa awal karirnya sering mengalami kekalahan ini, merupakan jenderal yang sangat ditakuti di Jepang. Dikatakan, setiap orang yang pernah bertemu dengan Masamune memiliki ketakutannya tersendiri, karena sifat Masamune yang kasar dan ceroboh walaupun pada masa Perang. Memiliki julukan 'One-Eyed Dragon' atau 'Naga Bermata Satu'


date masamune

Salah satu aksi lain yang membuatnya terkenal adalah pada saat ayahnya, Date Terumune diculik. Ayahnya pernah berkata kepadanya untuk membunuh semua penculiknya walaupun ayahnya juga terbunuh dalam proses itu. Masamune mendengarkan hal itu dan membunuh semua penculik ayahnya, bersama dengan ayahnya. Tidak hanya itu, ia bahkan menyiksa dan membunuh secara kejam semua pneculik ayahnya.
Aksi lain yang membuatnya terkenal adalah sifat ketertarikannya akan teknologi asing, dimana ia berlayar ke Roma untuk bertemu dengan Pope (Paus), dengan kapalnya, Date Maru. Hal ini membuatnya sebagai salah satu pelayar pertama yang mengarungi lautan ke Dunia.


4. Tokugawa Ieyashu


Di Jepang, ada istilah mengenai Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyashu: "Nobunaga menumbuk kue beras, Hideyoshi mengadonnya, dan Ieyashu-lah yang akhirnya duduk dan memakannya."



tokugawa ieyasu

Tokugawa Ieyashu mungkin merupakan samurai yang paling terkenal sebagai salah satu pemersatu Jepang, yang lain adalah Oda Nobunaga dan Toyotomi Hideyoshi. Walaupun Tokugawa tidak memiliki keberanian dan kisah menakjubkan seperti Nobunaga dan Hideyoshi, ia mencapai puncak dengan cara meletakkan dirinya pada posisi terbaik pada semua kemungkinan. Ia membayangkan Feudalisme Jepang seperti permainan papan.
Salah satu aksinya yang terkenl adalah pada saat ia memenangkan perperangan Sekigahara, salah satu perang paling penting di Sejarah Jepang yang memperbolehkannya menjadi Shogun (Kaisar Jepang) beberapa tahun kemudian. Bahkan kejayaannya dapat bertahan sampai 250 tahun dimana ironisnya, di masa ini jugalah masa samurai berakhir.


3. Toyotomi Hideyoshi


Merupakan permersatu ke-2 di Jepang, pada awalnya ia hanyalah prajurit rendahan tanpa darah samurai. Tetapi, bersama dengan kebesaran Nobunaga, ia juga memisahkan diri dari hal tersebut untuk menjadi Jenderal besar di bawah naungan Nobunaga. Diberi julukan sebagai "Pemersatu Jepang Terbaik Ke-Dua"



toyotomi hideyoshi

Salah satu aksinya yang terkenal adalah pada saat ia membuat "One-Night Castle" atau "Istana Satu Malam", dimana seakan-akan ia membuat istana Ichiya hanya dengan waktu satu malam. Trik di baliknya adalah, ia sudah secara rahasia membuat istana tersebut, dan pada suatu malam, ia memotong semua tali yuang mengikat pohon yang menutupi istana tersebut, dan membuat tentara musuh kaget.
Hideyoshi juga membuat Istana Besar Osaka, struktur yang masih berdiri hingga sekarang ini. Ironisnya adalah istana ini jugalah yang menjadi tempat kematian anaknya, Hideyori, dimana meruapakan akhir dari generasi Toyotomi. Ia juga adalah orang yang memulai penyerangan ke Korea.


2. Takeda Shingen


Merupakan Daimyo Luar Biasa dari Provinsi Kai, dengan julukannya "Tiger of Kai". Ia juga disebut-sebut seandainya ia tidak mati karena peluru pada tahun 1573, ia mungkin akan melebihi Oda Nobunaga. Walaupun adanya perperangan konstan yang menghancurkan klan-klan lain, Klan Takeda yang dipimpinnya berhasil menunjukkan kekuatannya pada perperangan yang didominasi oleh Oda Nobunaga dan Tokugawa Ieyashu.




Salah satu aksinya yang paling terkenal adalah pertempuran berdarah dengan rivalnya, Uesugi Kenshin, dimana ia bertarung satu lawan satu melawan Uesugi yang berada di atas kuda hanya dengan sebuah kipas perperangan. Ia juga dipercaya sebagai satu-satunya daimyo yang dapat melawan kekuatan super Oda Nobunaga, sayangnya ia lebih memilih menyelesaikan masalah loal provinsi.
Shingen juga terkenal sebagai salah satu panglima perang yang mengintegrasikan senjata api ke prajuritnya, dibandingkan menggunakan panah yang kuno. Kejadian ironisnya adalah ia meniggal karena ia sendiri ditembak oleh senjata api.


1. Oda Nobunaga


Pada masa samurai di Jepang, tidak ada samuari yang lebih kuat dan licik dibandingkan Oda Nobunaga. Namanya dicantumkan di Sejarah Jepang bukan tanpa alasan. Ia memiliki julukan sebagai 'Fool of Owari' (Orang Bodoh dari Owari) karena perilakunya semasa kecil dan 'Demon King' (Raja Iblis).



oda nobunaga


Kekuatannya dimulai oleh penyerangan Yoshimoto Imagawa akan Provinsi Owari dengan Oda Nobunaga yang berkuasa atas provinsi itu. Pasukan Imagawa yang lebih besar 8 kali dari pasukan kecil Nobunaga, berhasil dikalahkan oleh Nobunaga dengan menggunakan ksempatan pada saat pasukan Imagawa berteduh karena adanya badai. Dari sini, ia memulai mengembangkan kekuatannya dengan berteman bersama Toyotomi Hideyoshi dan Tokugawa Ieyashu.
Ia berhasil menjadi jenderal yang tidak terkalahkan karena ia menemukan sistem kelas untuk para prajurit, yang membagi peran berdasar pada kekuatan dan keahliannya. Ia juga menjadi penemu dari penyerangan 'rotating volley' yang memperbolehkan penembakan tanpa henti dari pasukan senjata api.
Walaupun kesuksesannya sangat besar, sayangnya ia meninggal dikhianati oleh bawahannya, Akechi Mitsuhide dan melaksanakan Seppuku (bunuh diri dengan pisau pendek) sementara pasukannya menahan pasukan Mitsuhide. Ada yang mengatakan bahwa Nobunaga mencapai kekuasannya karena ia bersepakat dengan Sang Iblis, sehingga mendapat julukan 'Raja Iblis'.




[+] Tomoe Gozen

Walaupun ia adalah seorang wanita, Tomoe adalah seorang samurai yang mengagumkan, dideskripsikan sebagai wanita dengan kecantikan yang luar biasa, rambut hitam yang panjang dan ahli pedang serta panah. Memiliki julukan sebagai wanita yang "Siap Melawan Iblis Maupun Dewa".


Merupakan bawahan Minamoto Yoshinaka dan dipercaya telah berperang serta berhasil bertahan hidup melewati Genpei War. Dikatakan pada setiap perperangan, Yoshinaka akan memilihnya sebagai pemimpin utama dengan pedang yang melebihi ukuran tubuhnya serta keberanian yang melebihi pejuang lain di unitnya.
Sesudah perang, beberapa versi mengatakan ia pensiun sebagai biarawati, beberapa lainnya mengatakan ia hidup sebagai istri dari Wada Yoshimori. Sayangnya, kebanyakan mengatakan ia hanyalah kisah fiksi dari Heike. Tapi, kuburan bawahan wanita Yoshinaka, seperti Yamabuki Gozen dapat ditemukan dan beberapa kisah fiksi Heike juga dipercaya benar. Kebenaran dari Tomoe Gozen hanya tergantung atas kepercayaan masing-masing. 



  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS