Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Mengenal Angka, Hari, Tanggal Didalam Bahasa Jepang


Angka dalam bahasa Jepang :
0 = Zero/Rei
1 = Ichi
2 = Ni
3 = San*
4 = Shi/Yon
5 = Go
6 = Roku
7 = Sichi/Nana
8 = Hachi
9 = Ku/Kyuu
10 = Juu
11 = Juu ichi
15 = Juu go
20= Ni Juu
21 = Ni Juu - Ichi
25 = Ni Juu Go
30 = San Juu 
38 = Sanjuu Hachi
40 = Yon Juu
50 = Go Juu
60 = Roku Juu
63 = Roku Juu San*
70 = Nana Ichi
80 = Hachi Juu
90 = Kyuu Juu
100 = Hyaku
110 = Hyaku Juu
111 = Hyaku Juu Ichi
200 = Ni Hyaku
300 = Sanbyaku
400 = Yon Hyaku
500 = Go Hyaku
600 = Roppyaku
700 = Nana Hyaku
800 = Happyaku
900 = Kyu Hyaku
1000 = Sen
2000 = Ni Sen
3000 = San Zeng
4000 = Yon Sen
5000 = Go Sen
6000 = Roku Sen
7000 = Nana Sen
8000 = Hassen
9000 = Kyuu Sen
10.000 = Man
100.000 = Juu Man
1.000.000 = Hyaku Man
10.000.000 = San Man
100.000.000 = Ichi Oku
1.000.000.000 = Juu Oku
*Tambahan : 
7 = Shichi
38 = San Juu - Hachi
245 = Ni Hyaku - Yon Juu - Go
3.695 = San Zen - Roppyaku - Kyuu Juu - Go
48.932 = Yo Man - Hassen - Kyuu Hyaku - San Juu - Ni
793.445 = Shichi Juu Kyuu Man - San Zen -Yon Hyaku - Yon Juu - Go
5.465.321 = Go Hyaku Yon Juu Roku Man - Go Sen - Sanbyaku - Ni Juu - Ichi
* : Dibaca Sang
Bilangan bertingkat :
Pertama Daichi
Kedua Daini
Ketiga Daisan
Keempat Daiyon
Kelima Daigo
Kesebelas Daijuuichi
Kelimabelas Daijuugo
Keduapuluh Dainijuu

Sakura : Kyo wa nanyobi desu ka..? 
Sekarang hari apa..?
Sekigawa : Kyo wa Mokuyobi desu. 
Sekarang hari Kamis.
Mengenal hari dalam behasa Jepang
Senin : Getsuyoobi
Selasa : Kayoobi
Rabu : Suiyoobi
Kamis : Mokuyobi
Jum’at : Kinyoobi
Sabtu : Doyoobi
Minggu : Nichiyoobi

Sakura : Ima wa nangatsu desu ka..? 
Sekarang bulan apa..?
Sekigawa : Juugatsu desu. 
Bulan Oktober
Mengenal Bulan Dalam Bahasa Jepang
Bulan Apa ? = Nangatsu Desuka ?
Januari : Ichigatsu
Februari : Nigatsu
Maret : Sangatsu
April : Shigatsu
Mei : Gogatsu
Juni : Rokugatsu
Juli : Shichigatsu
Agustus : Hachigatsu
September : Kugatsu
Oktober : Juugatsu
November : Juuichigatsu
Desember : Juunigatsu

Sakura : Kyo wa nannichi desu ka..? 
Sekarang tanggal berapa..?
Sekigawa : Kyo wa Juugatsu sanjuunichi desu. 
Sekarang tanggal 30 Oktober
Tanggal dalam Bahasa Jepang
Tanggal 1 : Tsuitachi
Tanggal 2 : Futsuka
Tanggal 3 : Mikka
Tanggal 4 : Yokka
Tanggal 5 : Itsuka
Tanggal 6 : Muika
Tanggal 7 : Nanoka
Tanggal 8 : Yooka
Tanggal 9 : Kokonoka
Tanggal 10 : Tooka
Tanggal 11 : Juuichinichi
Tanggal 12 : Juuninichi
Tanggal 13 : Juusannichi
Tanggal 14 : Juuyokka
Tanggal 15 : Juugonichi
Tanggal 16 : Juurokunichi
Tanggal 24 : Nijuuyokka
Tanggal 25 : Nijuugoichi
Tanggal 26 : Nijuurokunichi
Tanggal 27 : Nijuusichinichi
Tanggal 28 : Nijuuhachinichi
Tanggal 29 : Nijuukyuunichi
Tanggal 30 : Sanjuunichi
Tanggal 31 : Sanjuuchinichi
Kaiwa :
Sekigawa : Otaku wa eki kara toi desu ka..?
Apakah rumah Anda jauh dari stasiun..?
Sakura : Iie, ni kirometoru gurai arimasu
Tidak, kira-kira dua kilometer
Sekigawa : Koko e kuru no ni nani o tsukaimasu ka..?
Anda datang ke sini naik apa..?
Sakura : Basu de kimasu
Naik bus
Sekigawa : Basu de dono gurai kakarimasuka..?
Berapa lama datang ke sini dengan naik bus..?
Sakura : Hanjikan gurai kakarimasu
Kira-kira setengah jam
Atarashii Kotoba : Kosa kata baru
Shigoto : Pekerjaan
Shojutsuka : Pengarang
Isha : Dokter
Gakusei : Pelajar
Kaishain : Karyawan
Honyakusha : Penerjamah
Shonin : Pedagang
Nomin : Petani
Kazoku : Keluarga
Chichi : Ayah
Haha : Ibu
Otouto : Adik laki-laki
Imouto : Adik perempuan
Ani : Kakak laki-laki
Ane : Kakak perempuan
Selamat Belajar ^^,
Sekian Terima Kasih ^^
PERHATIAN :
TANGGAL dan JUMLAH HARI dalam bahasa Jepang sama.
Misalnya :
mikka = tanggal 3
mikka = 3 hari

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Tradisi Membungkuk (Ojigi) Dan Artinya Dalam Budaya Jepang


Jika kalian bepergian ke Jepang, mengetahui bagaimana caranya untuk membungkuk dan menyapa di Jepang akan dapat membantu kalianMembungkuk (ojigi) adalah kebiasaan yang penting di JepangOrangsering menyapa satu sama lain dengan membungkukbukan berjabat tangandan orang-orang umumnya memiliki percakapan kecil setelah atau sebelum mereka membungkuk

gambar ilustrasi ojigi

Kebiasaan membungkuk terus menerus dilakukan di Jepang. Perlu untuk diketahui bahwa cara membungkuk pria dan wanita itu berbeda. Biasanya pria akan meletakan kedua tangannya disamping paha mereka ketika membungkuk, sedangkan wanita akan menaruh tangan mereka di atas paha mereka.
posisi ojigi untuk wanita

posisi ojigi untuk laki-laki


Pengertian dari membungkuk benar-benar dipengaruhi oleh situasi, kedalaman membungkuk, dan lama waktu kalian membungkuk. Membungkuk di Jepang menunjukkan rasa hormat kepada orang atau sesuatu benda yang kalian beri bungkukkan. (maaf rada aneh ya bahasanya)
 

 Presiden Amerika, Obama sedang memberi salam kepada Kaisar Jepang
Tingkat sosial di Jepang sangatlah penting. Jika kalian adalah seorang yang memiliki reputasi atau kelas yang lebih tinggi dari orang lain, kalian akan melihat mereka akan berbicara lebih sopan kepada kalian, membungkuk lebih bungkuk, dan mungkin saja memesan makanan yang sama dengan yang kamu pesan di restoran.

Jenis-jenis Cara Membungkuk

Jika dibagi-bagi berdasarkan derajat kemiringan nya, maka ada 4 macam cara membungkuk, yaitu: 

ilustrasi cara membungkuk

ilustrasi cara membungkuk


1. Anggukan kepala 5 derajat. 
Jenis bungkukan ini sebenarnya hanya berupa anggukan kecil kepala kalian. Pastikan bahwa kepala kalian posisi nya lurus ke depan. Anggukan ini biasanya digunakan kepada teman baik kalian. Jenis bungkukan ini lah yang paling casual atau sederhana dibandingkan yang lainnya.
Ada situasi lainnya di mana jenis bungkukan ini bisa digunakan. Misalkan jika kalian adalah seorang dengan status yang lebih tinggi, kalian dapat membalas bungkukan orang lain yang lebih rendah dari status kalian dengan menganggukan kepala.
Membungkuk artinya adalah untuk menghormati diri kalian sendiri, jadi jika kalian adalah seseorang dari kelas yang lebih tinggi, kalian tidak perlu untuk menghormati diri kalian sendiri terlalu banyak. Tetapi dengan membungkuk sedikit saja, setidaknya kalian mengakui orang lain tersebut. 
Memberi salam dengan anggukan kepala
2. Membungkuk 15 derajat, Eshaku (会釈) 
Biasanya dilakukan untuk menyapa orang secara sepintas. Misalnya jika kalian sedang terburu-buru mau pergi kerja dan dijalan kalian bertemu dengan teman kalian atau bertemu teman kalian ketika sedang jalan-jalan. Ingat sangatlah tidak sopan jika tidak membalas orang lain yang membungkuk kepada kalian.
Eshaku
3. Membungkuk 30 derajat, Keirei (敬礼) 
Ini adalah derajat bungkukan yang paling banyak dilakukan untuk menyapa pelanggan atau berterimakasih pada seseorang. Tipe bungkukan ini paling banyak dilihat di dunia bisnis di Jepang dan tipe ini tidak digunakan untuk acara-acara formal. Tipe ini juga bisa digunakan untuk mengundang teman masuk ke rumah kalian. 
Keirei
Keirei
4. Membungkuk 45 derajat, Saikeirei (最敬礼) 
Tipe ini merupakan tipe yang paling formal. Biasanya digunakan untuk menandakan rasa syukur yang paling mendalam, salam hormat, permintaan maaf resmi, meminta bantuan, dan lain sebagainya. 
Saikeirei
Saikeirei
5. Membungkuk hingga kepala menyentuh lantai (Berlutut)  
Tipe yang satu ini jarang sekali digunakan. Tipe ini biasa juga disebut zarei (座礼), ojigi yang dilakukan sambil duduk. Biasanya digunakan oleh acara-acara keagamaan tertentu atau acara-acara bela diri. Atau juga digunakan untuk menujukan permintaan maaf yang sangat sangat mendalam karena dia telah melakukan sesuatu yang sangat buruk. 
Sedang berlutut dalam upacara agama
 Sedang berlutut dalam upacara agama
Sedang berlutut dalam upacara agama
 Sedang berlutut dalam upacara agama
Seorang anggota parlemen Jepang yang sedang berlutut didepan rekan-rekannya
 Seorang anggota parlemen Jepang yang sedang berlutut didepan rekan-rekannya
Ada baiknya juga jika kalian mempelajari cara mengucapkan salam dalam bahasa Jepang. Sebuah percakapan/ sapaan biasanya dimulai dengan "konichi wa" atau "hello". Di malam hari kalian bisa menggunakan "konban wa" yang berarti selamat malam, dan di pagi hari menggunakan "Ohayo Gozaimasu" atau cukup hanya "Ohayo" jika kalian berbicara kepada seseorang yang lebih muda.

Jika kalian sedang memiliki percakapan yang tidak formal (misalnya dengan teman), kalian bisa menambahkan percakapan kalian dengan pertanyaan seperti ""Ogenki desu ka? yang artinya bagaimana kesehatan Anda? Jika ada seseorang yang bertanya hal tersebut kepada kalian dan kalian sedang sehat maka kalian dapat menjawabnya dengan "Ii desu yo, arigato." Atau jika kesehatan kalian buruk, kalian dapat menjawabnya dengan "Demo yo".

Kebiasan Unik Dalam Membungkuk

Orang Jepang juga mempunyai kebiasaan unik dalam tradisi membungkuk ini karena tradisi Ojigi ini sudah mendarah daging di dalam diri orang Jepang.

1. Membungkuk ketika sedang telepon
Meski pun tidak ada yang melihat, tetap saja beberapa orang di Jepang membungkuk untuk menghormati lawan bicara mereka di telepon.

2. Pegawai di toko membungkuk kepada pengunjung toko
Sangat natural sekali jika kita membalas orang yang membungkuk kepada kita. Setiap kalian masuk ke dalam toko, biasanya penjaga toko akan membungkuk kepada kalian. Untuk kasus ini, kalian tidak perlu untuk berhenti dan membalas mereka dengan bungkukkan juga karena mereka memang dibayar untuk melakukan hal itu.
Pegawai toko sedang memberikan salam
 3. Membungkuk kepada kereta api.
Hal ini kerap dilakukan orang Jepang ketika kereta api pergi pergi meninggalkan stasiun.  Mereka akan terus membungkuk hingga kereta api benar-benar pergi meninggalkan stasiun. Kebiasaan ini memang jarang dilakukan oleh semua orang Jepang. Selain kereta api, kendaraan yang lain adalah mobil atau pun eskalator. 
Pegawai stasiun kereta api sedang memberikan salam
Petugas penjaga lift sedang memberikan salam

4. Membungkuk lagi dan lagi
Sering kali ketika orang Jepang saling memberi salam dengan membungkuk, mereka akan memulainya dengan bungkukkan yang paling dalam kemudian disusul dengan bungkukkan yang rendah hingga yang terkecil. Mereka melakukan ini karena mereka melihat orang lain di depannya membungkuk juga, jadi dia pikir dia harus membungkuk lagi untuk membalas orang tersebut. Kemudian orang yang di depannya tadi juga berpikiran sama. Sehingga mereka berdua terus membungkuk lagi dan lagi.  

Nah , jika kalian bingung mau membungkuk dengan cara apa, maka disarankan kalian membungkuk dengan kemiringan 30 derajat. Orang Jepang tidak akan memaksa para pendatang atau orang asing di Jepang untuk membungkuk dengan sempurna. Mereka sudah akan menghormati kalian jika kalian membungkuk kepada mereka dengan tenang dan dengan penuh rasa hormat.



Source : http://www.pendidikanbahasajepang-unnes.com/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Sejarah Festival Tanabata DiJepang






Di Jepang, setiap tanggal 7 bulan 7 (7 Juli) diadakan Festival Tanabata (七夕), Festival Tanabata berasal dari daratan Cina. Tanabata diperkenalkan ke Jepang pada periode Nara (710-784). Saat periode Heian (794-1192) acara ini menjadi sebuah perayaan bagi anak-anak dan remaja putri yang mengharapkan bertambahnya kepandaian mereka dalam menjahit, merajut, kaligrafiorigami, dan kerajinan tangan lainnya.

Sejatinya ada banyak versi tentang Tanabata. Ada yang mengatakan bahwa Tanabata adalah kisah cinta penggembala bernama Altair/Aquila/Hikoboshi dan penenun Vega/Shokujo/Orihime di negeri bintang.Orihime memang mahir menenun dan dikenal sebagai penenun kain dewa penguasa langit. Pekerjaan itu sangat menyibukkan Orihime sehingga tak punya waktu untuk dirinya sendiri, bahkan untuk menenun kain bagi dirinya.

Demikianlah, ayahnya yang khawatir kesendirian Orihime memperkenalkannya dengan Hikoboshi, penggembala sapi yang tinggal di seberang Sungai Milky Way (gugusan Bima Sakti). Keduanya makin dekat. Dewa penguasa kerajaan langit sepakat dan akhirnya menikahkan sejoli itu.

Tetapi, cinta sering membuat orang mabuk kepayang. Ini terjadi pada pasangan tersebut. Orihime lalai menunaikan tugas yang membuat dewa penguasa langit murka. Dewa pun melarangnya untuk bertemu dengan suaminya. Keduanya terpisahkan oleh sebuah sungai. Orihime menangis dan memohon ampun. Setelah beberapa hari berhasil meluluhkan hati sang dewa. Akhirnya dewa mengizinkan pasangan ini untuk dapat saling bertemu setiap tanggal 7 di bulan 7. Peristiwa pertemuan inilah yang kemudian disebut Tanabata.

Versi hikayat lain menyebutkan bahwa keduanya sebenarnya manusia biasa yang menikah di usia 12 dan 15 tahun. Hikoboshi meninggal di usia 95 tahun dan Orihime 103 tahun. Setelah meninggal arwah keduanya terbang ke langit, ke Milky Way, tempat pemandian raja penguasa langit. Tetapi arwah mereka tidak diperbolehkan mengotori Milky Way kecuali pada hari ketujuh di bulan ke tujuh, ketika raja penguasa langit tengah pergi untuk mendengarkan lantunan doa-doa sang Buddha.

Toh, dongeng atau legenda di balik Festival Tanabata selalu dikenang dan dirayakan segenap warga Jepang. Di dalam Manyoshu atau kumpulan puisi-puisi kuno Jepang yang diterbitkan sekitar 760, terdapat bait: sore saat jumpa/Tanabata tiada akhir/esok mengawali tahun berikut.Biasanya, saat perayaanTanabata, tempat-tempat umum di Jepang akan tampak ramai berhiaskan pohon sasaki yang kudus melambangkan kemurnian (hati). Selain itu, ada berbagai dekorasi bergelantungan di langit-langit rumah, masing-masing dengan berbagai arti dan tujuan yang turut meramaikan perayaan pertemuan itu. Beberapa hiasan itu antara lain washi (kertas aneka warna berbentuk ulir melambangkan benang yang akan digunakan oleh Orihime), senbatsuru atau krans bangau (krans yang terbuat dari origami berbentuk lipatan bangau yang merupakan lambang pengharapan keselamatan dan kesehatan untuk seluruh keluarga). Krans juga melambangkan kehidupan 1.000 tahun.

Lalu ada juga tanzaku, berupa potongan kecil kertas persegi bertulisan berbagai harapan sang penulis untuk kemajuannya di bidang pengetahuan dan bertambahnya kemahiran mereka melukis kaligrafi huruf Jepang. Kamigoromo, yakni kimono kertas yang melambangkan wujud manusia agar dijauhkan dari penyakit dan malapetaka. Kuzukago atau kantong tempat sampah, yang melambagkan kebersihan dan juga dibutuhkan masyarakat yang beradab, dantoami, semacam jaring ikan yang terbuat dari potongan kertas melambangkan panen. Merupakan metafora harapan dari para nelayan dan petani agar usaha mereka berhasil.

Selain itu juga dekorasi cabang-cabang bambu. Di akhir hari Tanabata, cabang-cabang bambu itu dilempar ke sebuah sungai yang bermakna membuang kesialan. Di seantero Jepang, Festival Tanabataberkembang menjadi atraksi yang sangat diminati turis. Salah satunya, di kota Sendai, sangat terkenal dalam hal dekorasi unik Tanabata.



Source : http://www.pendidikanbahasajepang-unnes.com/

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Musim Setiap Bulan Di Jepang


Walaupun demikian, terdapat perbedaan iklim yang mencolok antara wilayah bagian utara dan wilayah bagian selatan. Pada musim dingin, Jepang bagian utara seperti Hokkaido mengalami musim salju, namun sebaliknya wilayah Jepang bagian selatan beriklim subtropis. Iklim juga dipengaruhi tiupan angin musim yang bertiup dari benua Asia ke Lautan Pasifik pada musim dingin, dan sebaliknya pada musim panas.
Karena keadaan iklim dan musim yang berbeda inilah, akan membahas setiap bulan mulai dari Januari sampai Desember di Jepang, dan apa saja kegiatan orang-orang di sana. Pembahasan ini berdasarkan buku ’12 Cerita Rakyat Jepang dan Musim-musim yang Mengiringinya’ yang diterjemahkan oleh Shito Naoko.
Bagaimanakah bulan Januari di Jepang?
Tahun Baru di Jepang diawali dengan kata ‘akemashite omedetou’, yang artinya “Selamat Tahun Baru”. Di tengah-tengah putihnya salju, orang-orang pergi untuk melihat matahari tahun baru atau mengunjungi kuil untuk memohon kesehatan pada tahun ini.
new year
Hawanya sangat dingin, tetapi saat sinar matahari menyusup ke dalam udara yang dingin pada pagi hari yang cerah, keindahannya tak ada kiranya di dunia ini. Di rumah, orang-orang melewati waktu dengan riang sambil makan osechi, yakni masakan khusus untuk Tahun Baru atau kue beras atau mochi.
2013_happy_snakes_new_years_postcard-p239811595160336470envli_400
Yang menyenangkan juga adalah Kartu Tahun Baru. Di Jepang, orang-orang saling mengirimkan kartu pos itu di antara teman atau kenalan. Gambar 12 shio binatang tergambar pada kartu tahun baru itu.
Bagaimanakah bulan Februari di Jepang?
Bulan Februari di Jepang adalah bulan di mana banyak salju turun. Di daerah utara, semuanya memutih akibat salju, misalnya jalan, atap rumah, dan puncak gunung. Salju sangat indah, dan berkat salju tersebut kami bisa bermain ski atau bermain lempar-lemparan gumpalan salju. Sebaliknya, yang menyusahkan adalah jika terjadi salju longsor, lumpuhnya lalu lintas atau banyaknya orang yang masuk angin.
155476-springs-coming-plum-flower--tokyo-japan-tokyo-japan
Tetapi setelah melewati pertengahan bulan Februari, hari-hari dingin dan hari-hari hangat datang bergantian. Hal ini menunjukkan musim semi telah mendekat. Di tempat yang hangat, bunga-bunga mulai mekar, misalnya di Tokyo, bunga plum menjadi indah.Saat bunga plum menjadi indah, burung bulbul mulai beterbangan di sekitar pohon plum. Burung bulbul adalah burung yang berwarna hijau muda dan bersuara merdu.
Bagaimanakah bulan Maret di Jepang?
Salju telah meleleh dan sinar musim semi yang hangat mulai bertaburan di permukaan tanah yang beku. Pucuk-pucuk tumbuhan mulai muncul, ulat-ulat yang bangun dari tidurnya selama musim dingin merangkak keluar, dan burung-burung mulai berkicau di langit. Tanggal 3 Maret di Jepang adalah hari perayaan momo atau buah persik.
6a00d83457000969e200e54f48ae5c8834-640wi
Keluarga yang memiliki anak perempuan merayakan hinamasturi untuk mengharapkan kebahagiaan serta pertumbuhan anak perempuan itu. Orang-orang menghiasi panggung kecil berbentuk tangga yang berwarna merah dengan boneka, kue beras berwarna-warni yang berbentuk belah ketupat, sake manis, dan bunga persik yang berwarna merah muda. Lalu mereka menghabiskan waktu bersama.
*) Bunga persik mekar pada Maret, tetapi baru berbuah pada bulan Juli atau Agustus.
Bagaimanakah bulan April di Jepang?
Bunga sakura yang terkenal di Jepang mekar pada bulan April. Untuk mengikuti mekarnya bunga sakura di berbagai belahan Jepang, surat kabar terus memuat artikel tentang sakura, misalnya Hana-dayori atau Sakura zensen.
dpn
Pada waktu ini, orang-orang Jepang biasanya menikmati keindahan bunga. Orang yang datang sekaligus berduyun-duyun ke tempat yang terkenal akan keindahan sakura. Di bawah pohon sakura, mereka makan-makan dan minum-minum. Pada jaman dahulu, menikmati keindahan sakura adalah ritual suci, tetapi sekarang berubah menjadi acara yang ramai. Ketika bunga sakura mekar di daerah tengah Jepang, di daerah utara salju baru meleleh, sebaliknya, di daerah selatan, musim panas hampir bermula.
Bagaimanakah Bulan Mei di Jepang?
Bulan Mei di Jepang adalah musim segar kehijauan-hijauan, yang berkilau-kilau saat baru lahir. Tanggal 5 Mei adalah hari perayaan Tango. Jika 3 Maret adalah perayaan untuk anak perempuan, 5 Mei adalah perayaan untuk anak laki-laki. Koinobori, atau semacam bendera layang-layang ikan yang dikibarkan di langit, adalah pemandangan yang biasa pada musim ini. Menurut tradisi, koinobori dikibarkan tinggi-tinggi di langit untuk mengharapkan sukses dalam kehidupan.
koinobori japan
Musim ini juga merupakan musim menanam benih padi yang muda disawah. Di Jepang juga orang-orang menanam padi seperti di Indonesia.Sawah-sawah yang penuh dengan air sedikit demi sedikit berubah menjadi permadani hijau.
Bagaimanakah bulan Juni di Jepang?
Bulan Juni di Jepang adalah bulan yang penuh dengan turunnya hujan. Ketika musim berubah dari musim semi ke panas, hujan turun terus-menerus. Musim ini disebut tsuyu atau musim hujan. Tsuyu mirip dengan musim hujan di Indonesia, tetapi tsuyu hanya berlangsung selama kira-kira satu bulan.
rain crossing
Bagi para petani Jepang, tsuyu adalah hujan penuh berkah. Air yang dibawa oleh hujan memberi nutrisi kepada padi di sawah, dan berkat air itu, orang-orang bisa bercocok tanam padi di sawah yang sama secara terus-menerus. Hujan di bulan Juni sangat penting bagi pertanian Jepang.
Bagaimanakah bulan Juli di Jepang?
Pada bulan Juli, musim hujan mulai selesai, bermula dari daerah selatan menuju ke utara Jepang. Matahari setelah selesainya musim hujan bersinar menyilaukan, dan datanglah musim panas. Dari balik gunung atau laut muncullah gumpalan-gumpalan awan raksasa. Tanggal 7 adalah hari perayaan Tanabata. Perayaan ini berasal dari Cina, namun sekarang telah diserap oleh Jepang.
tumblr_m72n210DiL1r9fnc8
Sejak jaman Edo ada kebiasaan di kalangan masyarakat Jepang untuk menuliskan harapn dan keinginannya di kertas berwarna-warni yang berbentuk persegi panjang, lalu menghiasinya pada daun bambu sambil memohon semoga keinginannya tercapai. Langit malam yang indah bulan Juni, bintang kecil bertaburan, dan galaksi Bimasakti pun tampak seperti sungai yang mengaliri langit. Dua bintang mengapit Bimasakti, tampak lebih terang dibanding bintang-bintang lainnya. Kedua bintang itu bernama Altair dan Vega. Hanya sekali dalam setahun, yakni pada tanggal 7 Juli, mereka bertemu.
Bagaimanakah bulan Agustus di Jepang?
Musim panas di Jepang sangat panas seperti di Indonesia. Sekolah-sekolah memasuki liburan musim panas. Langit biru dan bunga matahari berwarna kuning cerah. Di pemandian-pemandian laut terdengar suara ceria anak-anak yang bermain dengan riang gembira. Pada musim panas ada banyak hal-hal yang menyenangkan. Yang sangat ramai adalah festival musim panas dan hanabi atau pesta kembang api pada malam hari. Pasar malam berderet dan kembang api yang memancar di langit malam sangat indah.
Natsumatsuri-Summer-Festival_0
Dari tanggal 13 sampai 15 ada perayaan ‘Obon’. Obon adalah acarayang mirip dengan Dulang di Indonesia. Pada hari ini, roh orang yang sudah meninggal dan nenek moyang dijemput kembali ke rumah. Setelah melewati pertengahan bulan, musim panas mendekati akhirnya. Di laut, para pengunjung mulai berkurang. Bunyi ombak yang ramai dengan banyaknya orang-orang tadi, sekarang tampaknya merasa sedih.
Bagaimanakah bulan September di Jepang?
Musim gugur telah tiba. Bulan ini juga merupakan musim badai. Para petani khawatir akan datangnya hujan atau angin sebelum panen padi atau buah-buahan. Namun sesudah bertiup angin yang kuat, langit hari itu menjadi terang dan pada malam harinya bulan bercahaya nan kemilau.
tsukimi-japan
Di Jepang ada kebiasaan menikmati terangnya cahaya bulan pada purnama bulan September, untuk berterima kasih atas hasil panen musim gugur. Pada hari yang bulannya tampak paling indah di sepanjang tahun itu, orang-orang yang berterima kasih atas hasil panen musim gugur meletakkan alang-alang, ubi, kastanye, dan kue bola sebagai sesajen. Ada juga perayaan yang disebut Keiro, yaitu menghormati orang yang tua di Jepang, yakni menghormati para orang tua yang telah banyak berjasa bagi masyarakat dan merayakan panjangnya usia mereka.
Bagaimanakah bulan Oktober di Jepang?
Langit Oktober berwarna biru cerah. Sawah-sawah berwarna emas. Musim yang ditandai dengan kegiatan memotong padi ini adalah musim yang menyenangkan—tidak panas dan tidak dingin. Setelah permulaan musim gugur berlalu, udaranya menjadi semakin dingin dan kedaunan yang tadinya berwarna hijau berubah menjadi warna merah atau kuning.
1_20120918094705_l
Orang-orang pergi ke gunung untuk mencari pemandangan indah dan menikmati daun-daun pohon yang memerah atau menguning. Ini merupakan kebiasaan orang Jepang, yaitu mementingkan perubahan musim. Musim gugur adalah musim membuahkan berbagai macam hal, bukan hanya padi dari sawah, kastanye, buah kesemek, sayur-sayuran, serta buah-buahan, namun juga membuahkan kegembiraan. Orang-orang Jepang bertambah nafsu makannya.
Bagaimanakah bulan November di Jepang?
Pada bulan November, hawa dingin mulai terasa pada pagi dan sore. Daun-daun pohon menjadi semakin cerah. Di daerah utara, embun es mulai turun, dan di gunung yang tinggi salju mulai turun.Musim potong padi yang sibuk telah selesai dan cuaca cerah terus berlangsung.Pada bulan ini, ada acara untuk merayakan anak yang telah berumur 3, 5, dan 7 di Jepang. Keluarganya saling gembira tumbuhan dan kesehatan anak setiap tahun. Anak-anak memakai pakaian tradisional Jepang yang disebut kimono dan berzarah ke kuil Shinto.
a_shichigosan
Bulan November di Jepang juga merupakan musim perpindahan burung. Dari negeri-negeri utara yang jauh dan lebih dingin daripada Jepang, berbagai jenis burung seperti angsa, burung bangau, dan angsa liar bermigrasi ke Jepang. Selama musim dingin, mereka melewatkan waktu di Jepang yang tidak begitu dingin.
Bagaimanakah bulan Desember di Jepang?
Pada bulan Desember, siang menjadi pendek dan hawa dingin mulai menusuk. Binatang-binatang seperti ular, katak, atau beruang memasuki periode mati suri, yakni tidur selama musim dingin. Sejak dahulu, bulan Desember adalah bulan yang sangat sibuk karena merupakan bulan di penghujung tahun sekaligus persiapan untuk menyambut Tahun Baru.
7
Salju mulai turun sekitar hari Natal, dan tempat ski mulai ramai dengan orang-orang yang bermain ski. Di Jepang ada kebiasaan untuk memakan soba khusus, yaitu semacam mi khas Jepang pada malam Tahun Baru yang disebut dengan toshikoshi soba. Soba ini dimakan bersama-sama seluruh anggota keluarga pada malam itu. Lonceng pada malam Tahun Baru menandainya berakhirnya satu tahun yang telah lalu. Pada waktu itu orang-orang membuang seratus delapan nafsu jahat dan menyambut Tahun Baru.

Source : J-Cul.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS